Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Bagus Hari Cahyono.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Bagus Hari Cahyono.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Sejumlah terobosan sudah disiapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar yang baru, AKBP Bagus Hari Cahyono. Salah satunya, dia akan membawa program-program anti-narkoba, yakni P4GN (pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba), dan menyasar hingga level masyarakat  paling bawah.

Bagus yang memiliki background reserse mengatakan, selain menindak tegas bandar narkoba, dirinya juga akan fokus membawa program anti-narkoba untuk membentengi masyarakat dari yang namanya setan narkotika.

“Di BNN ini ada yang namanya seksi P2M. Nanti akan kami masifkan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Programnya masih kami godok dan nanti akan kami dorong menyasar unit terkecil dari masyarakat, yakni keluarga,” ungkap Bagus kepada BLITARTIMES, Rabu (11/9/2019).

Selain P2M, Bagus juga menyatakan akan mengoptimalkan fungsi seksi rehab dan berantas. Sama seperti P2M, kedua seksi ini akan didorong membidik hingga level masyarakat paling bawah berkolaborasi dengan skateholder dan masyarakat.

“Program kerja kami nanti akan lebih fokus ke daerah-daerah atau kawasan rawan narkoba. Tentunya kami membutuhkan peran serta stakeholder masyarakat. U tuk memberantas narkoba, kita butuh sinergi,” papar perwira polisi asli Blitar ini.

Di bawah kepemimpinanya, Bagus yang memulai kariernya di Polda Bali akan lebih mengoptimalkan fungsi-fungsi desa/kelurahan untuk mendukung program anti-narkoba. “Kami akan libatkan tokoh-tokoh pemuda, tokoh-tokoh desa, pegiat anti-narkoba milik BNN dan tentunya tiga pilar, yakni kades/lurah, babinsa, bhabinkamtibmas, serta muspika. Kami akan sisir hingga desa-desa itu benar-benar bersih dari narkoba. Target kami adalah desa bersih narkoba dan itu di seluruh Kabupaten Blitar,” tegas dia.

Bagus yang sebelumnya menjabat kasi brantas BNN Provinsi Sulawesi Tenggara menambahkan, dengan digerakkanya stakeholder di masyarakat, maka penanganan bahaya narkoba di Kabupaten Blitar akan lebih dekat dan menyentuh masyarakat. Selain penyuluhan melalui bidang P2M, pelayanan lebih dekat ke masyarakat juga dilakukan di sektor rehabilitasi.

Nantinya, lanjut dia, keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat akan didampingi oleh anggota BNN untuk rehabilitasi anggota keluarga yang jadi pecandu.

“Pecandu itu macam-macam tingkatnya. Ada yang pecandu berat dan ada yang coba pakai. Pelayanan rehab akan kami bawa lebih dekat dengan masyarakat. Pelayanan rehab tidak hanya di kantor, tapi akan kita bawa ke level keluarga. Kami akan bawa program rehab ini ke tingkat keluarga sehingga bisa menyembuhkan anggota keluarganya yang kecanduan. Keluarga sebagai unit terkecil akan dibantu tenaga-tenaga dari BNN yang terlatih. Keluarga akan kami ajari menyembuhkan pecandu narkoba,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AKBP Bagus Hari Cahyono ditunjuk menjadi kepala BNN Kabupaten Blitar menggantikan AKBP Agustianto yang menempati jabatan baru di Polda Jatim. AKBP Bagus Hari Cahyono yang merupakan putra asli Blitar merasa senang bisa pulang ke kampung halamnya. Dia pun berkomitmen agar Blitar benar-benar bersih dari narkoba dan bandar-bandarnya.

 

 

 


End of content

No more pages to load