Postingan Dosen Fakultas Sastra, Leo Zainy, tentang perkuliahannya yang menghadirkan anak penjual gorengan. (Foto: istimewa)

Postingan Dosen Fakultas Sastra, Leo Zainy, tentang perkuliahannya yang menghadirkan anak penjual gorengan. (Foto: istimewa)



Jam menunjukkan pukul 13.00 ketika perkuliahan di salah satu kelas di Fakultas Sastra yang diisi oleh Leo Zainy akan dimulai. Lalu, Leo mendengar suara anak menjajakan gorengan.

Seketika ia memberikan tawaran kepada mahasiswanya agar kuliah kali ini menghadirkan anak penjual gorengan tersebut. Jadilah perkuliahan siang itu diisi oleh si adik penjual gorengan itu.

Leo menceritakan pengalamannya ini dalam Instagram pribadinya @leotanimaju.

"Pukul 13.00, ketika perkuliahan akan kami mulai. "Gorengan gorengan" itulah suara yang kami semua dengar. Seketika aku memberikan tawaran ke mahasiswa, bagaimana jika kuliah kali ini diisi oleh adik yang jual gorengan itu. Mahasiswa pun dengan senang hati menyambut tawaranku. Mungkin dalam benak mahasiswa, kuliah kali ini akan dapat gorengan gratis. Hehe, dasar mahasiswa kayak aku mbiyen, kaliren ae penggaweane," tulisnya.

Leo pun menyuruh dua mahasiswa laki-laki untuk memanggil adik penjual gorengan itu. Mereka membantu membawa gorengan itu supaya masuk ke kelasnya.

"lya, kami mau belajar dari penjual gorengan keliling di kampus ini. Kami belajar berbasis kehidupan," imbuh pria yang juga merupakan personel band Tani Maju tersebut.

Dijelaskan Leo, anak itu bernama Ajeng. Ajeng memiliki 3 saudara. Saat ini ia masih bersekolah. Ajeng tercatat menjadi siswa kelas 4 SD di Pakisaji.

Ajeng sekarang tinggal bersama kakeknya. Sementara orang tuanya bekerja di luar kota. Biasanya, dua bulan sekali orang tua Ajeng pulang menemui Ajeng dan adiknya.

Nah, beberapa hari terakhir Ajeng sering melintas di sekitar gedung Fakultas Sastra.

Dengan suara khas keluar dari bibirnya, Ajeng menjajakan gorengannya. Dan hari ini (Rabu, 11/9/2019), Ajeng menjadi dosen tamu di kelasnya.

"Hari ini Ajeng guru kami. Belajar ikhlas, beIajar menahan malang, belajar menunda kebahagiaan demi menghadapi masa depan Iebih terang," ungkap Leo.

Bagi Leo, Ajeng adalah entrepreneur sejati yang dalam dirinya banyak mengalir inovasi tanpa ia sadari.

"Hari ini kamu menjadi dosen kami. Terima kasih," tukas Leo.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load