Ilustrasi perlawanan terhadap wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah melanda dunia, khususnya Indonesia. (Foto: indonesiadermawan.id)
Ilustrasi perlawanan terhadap wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah melanda dunia, khususnya Indonesia. (Foto: indonesiadermawan.id)

Banyaknya pemberitaan mengenai virus Corona atau Covid-19 disinyalir membuat masyarakat bertambah panik. Rasa kepanikan ini yang malah akan membuat kondisi masyarakat stres, banyak pikiran, sehingga menyebabkan keadaan tubuh menjadi drop.

Untuk itu, perlu juga disampaikan kepada masyarakat hal-hal yang baik. Berikut tercatat 15 kabar baik di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang sedang melanda dunia. 

1. Uji Alat Rapid Test Diawali Pada Pasien di Jakarta Selatan

Pertama, mengenai uji tes alat pemeriksaan cepat atau rapid test untuk virus Corona atau Covid-19 sudah dilaksanakan di wilayah Jakarta Selatan, dimulai pada hari Jumat (20/3/2020). Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendapatkan jatah 520 alat untuk rapid test atau pemeriksaan cepat.

"Kami mendapatkan 520 piece untuk kegiatan surveillance tracing contact ke lapangan," ujarnya dikutip dari detikcom saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, pada hari Jumat (20/3/2020).

Widyastuti juga menambahkan, bahwa jumlah alat rapid test atau pemeriksaan cepat tersebut, sesuai dengan jumlah pasien yang ada di Jakarta Selatan dan harus dilakukan tracing contact.

2. China dan Amerika Serikat Berhasil Menemukan Formula Untuk Vaksin Covid-19

Kedua, mengenai kabar bahwa China dan Amerika Serikat telah berhasil menemukan formula berupa vaksin yang perlahan akan membunuh virus Corona atau Covid-19. Dilansir dari vivanewscom untuk Amerika Serikat sendiri melalui Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi telah melakukan pengembangan vaksin dengan kode MNRA-1273. 

Pembuatan vaksin tersebut ditujukan untuk melihat efek samping dan melihat dapatkah meningkatkan sistem imun dalam tubuh manusia. Vaksin ini juga pernah dilakukan pengujian terhadap tikus. 

Menurut keterangan Direktur Kesehatan Nasional Amerika Serikat, Anthony Fauci, tes vaksin ini nantinya akan dilakukan selama 12 sampai 18 bulan. Dari hasil tes tersebut baru dapat digunakan secara umum jika tesnya berjalan dengan baik.

Sedangkan untuk China sendiri telah membuat dan melakukan uji coba vaksin virus Corona atau Covid-19 kepada manusia. Konsulat Jenderal China untuk Bali, Guo Haodong juga mengatakan bahwa proses uji coba terhadap manusia menunggu hasil pastinya.

"Jika sudah selesai bisa secepatnya didistribusikan dan bisa cepat meredakan wabah ini. Kami sangat percaya bahwa ke depan kita bisa kendalikan virus corona ini,"Ungkap Guo Haodong dikutip dari vivanewscom saat usai bertemu Gubernur Bali, pada hari Rabu (18/3/2020).

Dalam laman resmi WHO (World Health Organization) juga telah banyak draf kandidat vaksin virus Corona atau Covid-19 yang ditampilkan. Setidaknya per (13/3/2020) terdapat 41 kandidat vaksin. Beberapa dari institusi ternama dunia yaitu University of Oxford, Codagenix/Serum Institute of India, Fudan University/Shanghai JiaoTong, serta University RNA Cure Biopharma.

3. Pemerintah Indonesia Resmikan Rumah Sakit Darurat yang Mulanya Adalah Wisma Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018

Kabar baik ketiga datang dari Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menyulap dalam empat hari wisma atlet menjadi Rumah Sakit Darurat yang dapat menampung 3.000 pasien virus Corona atau Covid-19. Hal ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada hari Senin (23/3/2020).

"Saya juga melihat sarana prasarana telah siap, baik untuk ruang penanganan pasien, baik ventilator semua sudah siap. APD (Alat Pelindung Diri) juga siap. Sehingga kita harapkan, nanti sore Rumah Sakit Darurat untuk Corona ini telah bisa dipakai,"Ujar Presiden Joko Widodo saat melakukan konferensi pers di Wisma Atlet untuk meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat, pada hari Senin (23/3/2020).

4. Pemerintah Indonesia Sedang Proses Mendistribusikan 12 Juta Masker Bedah dan 81 Ribu Masker N95 ke Tenaga Kesehatan, Serta BUMN Menyiapkan 2 Juta Masker Untuk Umum

Kabar baik keempat mengenai pendistribusian masker untuk tenaga kesehatan dan umum. Untuk masker bedah dan masker N95, Achmad Yurianto selaku juru bicara Presiden mengenai virus Corona atau Covid-19 mengatakan bahwa mulai hari Minggu (22/3/2020) telah melalui proses pendistribusian.

"Untuk distribusi (masker) kita tetap mengacu pada sistem, mendorong Dinas Kesehatan Provinsi dan silahkan end user rumah sakit, klinik yang membutuhkan ini (masker) dapat mengajukan ke Dinas Kesehatan Provinsi," jelas Achmad Yurianto saat konferensi pers di kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Jakarta, pada hari Minggu (22/3/2020).

Achmad Yurianto juga menambahkan bahwa masker telah disiapkan oleh Kementrian Kesehatan RI. "Kemenkes (Kementrian Kesehatan) sudah menyiapkan masker bedah sebanyak 12 juta lebih, kemudian masker N-95 lebih dari 81 ribu," tambahnya.

Sedangkan untuk persiapan masker yang diperuntukkan untuk umum, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga telah mempersiapkan masker hingga 2 juta lembar dan diharapkan dapat segera dipergunakan untuk masyarakat luas. Masker ini nantinya akan didistribusikan salah satunya melalui PT. Kimia Farma, Tbk dan nantinya di gerai-gerainya untuk pembelian masker dibatasi untuk umum. Meminimalisir penimbun masker. 

5. Pemerintah Indonesia Impor 500 Ribu Alat Rapid Test dari China, Masuk ke Indonesia Secara Bertahap

Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah melakukan impor dari China alat rapid test untuk pemeriksaan cepat terhadap virus Corona atau Covid-19 melalui PT. RNI (Persero) yaang telah mendapatkan izin dari Kementrian Kesehatan RI. 

Jumlah alat rapid test berjumlah 500 Ribu kit yang diimpor dari China secara bertahap, dari target Pemerintah Indonesia yang akan mengimpor alat rapid test virus Corona atau Covid-19 tersebut berjumlah 1 Juta kit.

Laporan dari juru bicara Presiden mengenai virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto saat konferensi pers pada hari Selasa (24/3/2020) mengungkapkan bahwa telah di distribusikan alat rapid test di 34 Provinsi di Indonesia.

"Saat ini kita sudah mendistribusikan 125 Ribu kit untuk pemeriksaan cepat yang di distribusikan di 34 Provinsi. Nantinya Provinsilah yang menentukan untuk kontak tracing dan untuk petugas kesehatan yang dilibatkan di layanan langsung terkait dengan Covid-19 ini,"Ungkapnya. 

6. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Dokter Handoko Gunawan Mulai Membaik

Melalui keterangan video, juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi mengungkapkan kondisi kesehatan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang semakin membaik dalam proses perawatan isolasi secara intensif oleh tim kesehatan.

"Saat ini alat bantu pernapasan Pak Menhub sudah dilepas," ungkap Jodi dikutip dari tempo.co pada hari Rabu (25/3/2020).

Meskipun menurut informasi dari Jodi Mahardi kondisi Budi Karya Sumadi semakin membaik dengan dilepasnya alat bantu pernafasan, namun hingga hari Rabu (25/3/2020) ini, Budi Karya Sumadi masih dalah perawatan di RSPAD Gatot Subroto. 

Selanjutnya mengenai kondisi kesehatan dari dokter yang telah lanjut usia, tetapi masih bersemangat untuk menolong para pasien virus Corona atau Covid-19, yaitu Dokter Handoko Gunawan. Melalui perawatan instensif, Dokter Handoko Gunawan dinyatakan negatif virus Corona atau Covid-19 dan telah diperbolehkan untuk pulang ke kediamannya. 

"Iya (benar negatif)," ujar dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Jakarta, Erlang Samoedro, dikutip dari detikcom pada hari Selasa (24/3/2020).

Mulai hari Selasa (24/3/2020) Dokter Handoko Gunawan di perbolehkan pulang dan diarahkan untuk melakukan isolasi diri dirumah selama 14 hari kedepan. "Sudah, sudah pulang. (Diminta) istirahat di rumah saja. Iya (selama 14 hari)," tambahnya. 

7. Pemerintah Indonesia Rencanakan Tes Covid-19 Secara Drive Thru Seperti di Korea Selatan

Pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa telah merencanakan drive-thru tes virus Corona atau Covid-19 seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan. Mengenai alat untuk pengecekan virus Corona atau Covid-19 secara drive-thru , Achmad Yurianto selaku juru bicara Pemerintah mengenai virus Corona atau Covid-19 mengatakan bahwa akan mengimpor alat tersebut dari Korea Selatan.

"Kita sudah merencanakan dan membicarakan sekarang, karena kit-nya harus didatangkan dari Korea," ujar Achmad Yurianto, pada hari Rabu (18/3/2020) dikutip dari detikcom, yang dalam keterangannya belum merinci mengenai skema pengecekan secara drive-thru tersebut.

8. Jamaah Tabligh Akbar di Gowa Telah Dikarantina di Dua Tempat

Acara Ijtima Jamaah Tabligh Akbar se-Asia 2020 yang rencananya akan digelar di Pesantren Darul Ulum, Dusun Niarannuang, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan terpaksa dibatalkan. Menyusul dengan adanya kabar persebaran virus Corona atau Covid-19 yang kian masif dan cepat persebarannya.

Ribuan jamaah yang telah hadir di area acara Ijtima Akbar akhirnya bertahap dikarantina dan dibagi dalam dua tempat berbeda, antara WNA dan WNI.

Berdasarkan informasi resmi dari Humas Pemkab Gowa pada hari Jumat (20/3/2020), pembagian karantina jamaah terbagi antara WNA (Warga Negara Asing) yang ditempatkan di Hotel Grand Sayang Makassar, sedangkan untuk WNI (Warga Negara Indonesia) ditempatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar.

9. Gereja Terapkan Misa dan Peribadatan Secara Online atau Daring 

Sejumlah gereja di Indonesia telah menerapkan dan mengubah sistem peribadatan yang sehari-hari dilakukan di dalam Gereja. Namun akibat persebaran virus Corona atau Covid-19, sistem misa dan peribadatan diubah menjadi streaming online atau daring. 

Salah satunya Gereja Ketedral Jakarta. Melalui Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mulai hari Sabtu (21/3/2020) hingga (3/4/2020) semua peribadatan termasuk misa mingguan dan misa harian akan dilakukan secara daring atau live streaming melalui YouTube Komsos Katedral.

10. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Kompak Siapkan Masing-Masing Rumah Sakitnya Untuk Tangani Covid-19

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mempersiapkan 20 Rumah Sakit Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia untuk penanganan pasien virus Corona atau Covid-19.

"Total kita punya itu kan sekitar 471 rumah sakit dan klinik. Cuman saat ini yang kita gunakan masih 20 dulu terus kita lakukan adalah identifikasi, terus nanti akan nambah terus siapa yang siap, karena kita dorong terus," ujar Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, dr. Corona Rintawan, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta dikutip dari detikcom, pada hari Selasa (10/3/2020).

Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga telah mempersiapkan 23 Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia dan dibagibdua tipe untuk penanganan virus Corona atau Covid-19. Hal ini dijelaskan oleh M. Ali Yusuf selaku Ketua LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim).

"Rumah Sakit tipe pertama, untuk penanganan berat seperti rumah sakit rujukan yang ada ruang isolasi dan segala macamnya, dan tipe kedua, yaitu Rumah Sakit yang hanya melayani pemeriksaan atau screening awal untuk kemudian dirujuk ke RS rujukan," jelasnya dikutip dari republika, pada hari Senin (23/3/2020).

11. Hotel Patra Confort Jakarta Akan Disulap Menjadi Rumah Sakit Covid-19

Selain Rumah Sakit Pertamina yang akan menggunakan bangunan lama di daerah Cikini dan Pramuka yang dikhususkan sebagai Rumah Sakit pasien virus Corona atau Covid-19, Menteri BUMN Erick Thohir juga memerintahkan Hotel Patra Jakarta disulap untuk Rumah Sakit pasien virus Corona atau Covid-19.

Hotel Patra Comfort sendiri, disampaikan melalui juru bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga, akan digunakan untuk menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jumlah tempat tidur yang disiapkan berjumlah 52 unit.

"Di Hotel Patra Comfort ya (yang difungsikan sebagai RS bagi pasien corona)," ujarnya dikutip dari kumparan, pada hari Selasa (17/3/2020).

Selain 52 tempat tidur yang telah tersedia, akan ada penambahan tempat tidur untuk menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Dan nanti ada penambahan 90 tempat tidur lagi kita siapkan di situ kita akan bikin seperti ruangan khusus mudah-mudahan selesai dalam tempo 2 minggu. Ini semua akan kita lengkapi. Jadi hotel tadi akan kita jadikan tempat penanganan Corona," Tambahnya. 

12. Pabrikan Kosmetik Wardah Gelontorkan Dana Rp 40 Milliar Untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

PT. Paragon Technology merupakan perusahaan yang menelurkan produk kosmetik Wardah, menyumbangkan dana sebesar Rp 40 Milliar untuk penanganan virus Corona atau Covid-19.

Salman Subakat selaku CEO PT. Paragon Technology menyebutkan, bahwa awalnya mendengar dari cerita sang adik yang berprofesi sebagai dokter, yang menceritakan banyaknya Rumah Sakit yang kekurangan peralatan untuk penanganan virus Corona atau Covid-19.

Pihaknya menuturkan bahwa akan membantu sebisa dan semampunya,"Kami membantu semampunya,"Tutur Salman dikutip dari kumparan pada hari Kamis (19/3/2020).

Dana Rp 40 Milliar tersebut dibelikan peralatan kesehatan berupa alat tes Corona, Ventilator, Mobile X-Ray, dan peralatan kesehatan lainnya yang dibutuhkan. Peralatan kesehatan tersebut telah di distribusikan ke beberapa Rumah Sakit, diantaranya Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit Pelni dan Rumah Sakit Sulianti Saroso.

13. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Galang Dana Mencapai Rp 500 Milliar

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia tengah melakukan penggalangan dana hingga mencapai angka Rp 500 Milliar. Penggalangan dana ini nantinya ditujukan untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia. 

Hong Tjhin selaku Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sekaligus CEO DAAI TV Indonesia menuliskan dalam keterangan tertulisnya. 

"Kami mendapatkan informasi bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci memerangi pandemi COVID-19. Itu yang mendorong sinergi dilakukan melalui penggalangan dana guna memberikan bantuan alat kesehatan," Tulisnya pada hari Kamis (19/3/2020).

Beberapa bantuan berupa APD (Alat Pelindung Diri), Masker, Kacamata google, sarung tangan, ventilator, semua telah di distribusikan ke Rumah Sakit rujukan seperti RSPAD Gatot Subroto, RSUP Persahabatan dan RSPI Sulianti Saroso. 

Nantinya pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga akan mendistribusikan bantuan secara bertahap, berupa alat rapid test sebanyak 1 juta unit, 20 ribu baju isolasi (overall safety), 4 unit alat bantu pernafasan (ventilator) dan 1 juta masker.

14. Banyak Organisasi Masyarakat yang Berkontribusi Dalam Pembagian Masker dan Makanan Secara Gratis

Banyak sekali organisasi atau perkumpulan masyarakat yang menggelar pembagian masker, makanan, vitamin, hand sanitizer dan alat-alat kesehatan lainnya secara gratis. 

Sebut saja HMI Brawijaya yang beberapa waktu lalu melakukan pembagian masker dan vitamin sebanyak 5.000 yang disebarkan secara gratis di jalan raya, perkampungan sekitar Universitas Brawijaya dan kepada teman-teman wartawan melalui Posko Malang Bersatu Lawan Corona. 

Ada juga dari LazisNU yang melakukan pembagian hand sanitizer secara gratis, yang dilakukan dinpertigaan traffic light Jalan Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Selanjutnya juga ada BMH (Baitul Mal Hidayatullah) Jawa Timur gerai Malang yang melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Malang Raya sejak sepekan lalu yang berfokus pada sekolah, tempat ibadah, rumah pribadi, perkantoran yang di wilayahnya terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP).

15. Jack Ma Sumbang Masker, Alat Rapid Test, Baju Pelindung dan Pelindung Wajah ke Empat Negara di Asia Tenggara Termasuk Indonesia Untuk Penanganan Covid-19

Jack Ma Milliarder asal China, merupakan orang terkaya se-Asia yang akan melakukan sumbangan perlengkapan medis untuk keperluan penanganan virus Corona atau Covid-19. Sasaran awal adalah empat negara di Asia Tenggara yang terdampak virus Corona atau Covid-19, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Melalui dua yayasan miliknya, yaitu Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation yang telah menghubungi jajaran pemerintahan keempat negara tersebut untuk berdonasi perlengkapan medis penanganan virus Corona atumau Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Jack Ma menuturkan bahwa akan terus bersama-sama menghadapi wabah pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Kami bergandengan tangan dengan negara-negara tetangga kami di Asia untuk bersama-sama menghadapi Covid-19," tulis Jack Ma dalam keterangan tertulis pada hari Kamis (19/3/2020).

Dia juga menambahkan perincian bantuan yang akan disalurkan ke empat Negara di Asia Tenggara melalui dua yayasannya.

"Bersama dengan Alibaba Foundation, kami akan mengirimkan 2 juta masker, 150.000 test kit, 20.000 baju pelindung, dan 20.000 pelindung wajah ke Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Selanjutnya, akan diikuti dengan bantuan untuk negara-negara Asia lainnya. Go Asia!" Pungkasnya.

Itulah 15 kabar baik yang dapat membuat hati pembaca untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah melanda dunia, khususnya Indonesia. Jangan lupa tingkatkan terus kewaspadaan dengan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), Social Distancing dan berkegiatan di rumah untuk meminimalisir penularan virus Corona atau Covid-19.